Apresiasi GTK 2025

Apresiasi GTK 2025

Apresiasi GTK 2025: Pemerintah Perkuat Keteladanan dan Inovasi Guru Indonesia

Jakarta, 28 November 2025 — Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penyelenggaraan Puncak Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada 27 November ini menjadi ajang strategis untuk menampilkan capaian, inovasi, serta praktik terbaik para pendidik dari seluruh penjuru Indonesia. Lebih dari sekadar seremoni, acara tahunan ini di rancang sebagai penggerak peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan peran guru sebagai teladan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru yang terus mengabdikan diri di berbagai kondisi geografis. Ia menekankan bahwa dedikasi guru, termasuk mereka yang bertugas di wilayah terpencil dengan tantangan alam yang berat, merupakan fondasi utama keberlanjutan pendidikan Indonesia. Kehadiran guru di ruang kelas, menurutnya, adalah bukti nyata komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca juga : Seluk-Beluk Program Sekolah

Inovasi Guru Indonesia

Lebih lanjut, Apresiasi GTK 2025 di posisikan sebagai gerakan nasional untuk memperkuat pembelajaran yang bermakna. Guru di dorong untuk tidak hanya menguasai materi, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui kebiasaan positif dan pembelajaran mendalam. Penguasaan keterampilan masa depan menjadi fokus, termasuk pemrograman dasar, kecerdasan buatan, bimbingan konseling, dan kepemimpinan satuan pendidikan. Kompetensi ini di anggap penting untuk menyiapkan generasi yang adaptif dan berdaya saing.

Antusiasme peserta tercermin dari ribuan karya inovatif yang masuk dari berbagai daerah. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menyebutkan bahwa tahun ini terdapat 8.946 peserta dari 38 provinsi. Setiap karya membawa dampak nyata bagi peningkatan layanan pendidikan, mulai dari inovasi pembelajaran kontekstual hingga penguatan kolaborasi komunitas belajar. Peningkatan jumlah dan kualitas karya menandakan tumbuhnya budaya refleksi dan pembelajaran berkelanjutan di kalangan GTK.

Seluruh praktik baik yang terhimpun akan di susun dalam Repositori Nasional Praktik Baik. Inisiatif ini di harapkan menjadi sumber inspirasi dan rujukan yang dapat di replikasi oleh satuan pendidikan lain, sehingga dampaknya meluas dan berkelanjutan.

Apresiasi GTK 2025

Pada Apresiasi GTK 2025, penghargaan di berikan kepada guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan dalam tiga kategori utama: GTK Transformatif, GTK Dedikatif, dan GTK Pelopor Komunitas Belajar. Para penerima merupakan hasil seleksi berjenjang dari tingkat provinsi hingga nasional melalui presentasi dan wawancara yang komprehensif.

Selain memberikan apresiasi, pemerintah terus memperkuat dukungan kebijakan bagi guru. Upaya ini dilakukan melalui penyederhanaan skema tunjangan dan peningkatan kesejahteraan guru non-ASN. Pemerintah juga memberikan insentif tambahan bagi pendidik PAUD dan pendidikan nonformal. Akses peningkatan kualifikasi akademik di perluas melalui beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau.

Penguatan kompetensi guru di lakukan melalui program pembelajaran mendalam dan penguatan numerasi. Dukungan juga mencakup layanan bimbingan konseling. Selain itu, pemerintah mendorong transformasi digital pembelajaran yang menjangkau ratusan ribu sekolah.

Melalui Apresiasi GTK 2025, pemerintah menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru adalah kunci terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua. Diharapkan, semangat inovasi, kolaborasi, dan keteladanan terus tumbuh dan mengakar di seluruh ekosistem pendidikan Indonesia.