Dampak Digitalisasi Pembelajaran

Dampak Digitalisasi Pembelajaran

Guru dan Siswa Rasakan Langsung Dampak Digitalisasi Pembelajaran

Bekasi, 18 November 2025 — Penerapan digitalisasi pembelajaran kini tidak lagi sebatas wacana. Perubahan nyata mulai dirasakan langsung oleh guru dan siswa di berbagai daerah. Melalui Program Digitalisasi Pembelajaran, ratusan ribu sekolah di Indonesia mulai memanfaatkan Panel Interaktif Digital sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar. Kehadiran teknologi ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Program Digitalisasi Pembelajaran menargetkan ratusan ribu satuan pendidikan di fseluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas tanpa memandang lokasi geografis. Dengan dukungan perangkat pembelajaran digital, sekolah-sekolah dapat meningkatkan kualitas penyampaian materi sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa di dalam kelas.

Baca juga : Peluang Remaja Kampung

Guru dan Siswa

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan terbaik dengan standar yang setara. Digitalisasi pembelajaran di nilai sebagai solusi untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui lompatan teknologi yang terencana dan berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan dampak positif yang signifikan. Sekolah-sekolah penerima Panel Interaktif Digital mengalami peningkatan semangat belajar siswa serta capaian pembelajaran yang lebih baik. Proses belajar menjadi lebih hidup, dinamis, dan tidak lagi monoton seperti metode konvensional sebelumnya.

Digitalisasi Pembelajaran

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh para pendidik. Indarwati Komariah, guru di SMP Negeri 4 Bekasi, mengungkapkan bahwa penggunaan Papan Interaktif Digital membawa perubahan besar di kelas. Siswa yang sebelumnya pasif kini lebih berani tampil dan terlibat langsung dalam pembelajaran. Mereka aktif mencoba fitur, mengerjakan soal secara kolaboratif, dan berdiskusi dengan antusias. Hal ini membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

Selain itu, fitur ruang pembelajaran digital memberikan kesempatan bagi siswa untuk bereksplorasi lebih luas. Melalui media interaktif, siswa dapat melakukan simulasi, bermain gim edukatif, hingga mengakses berbagai sumber belajar yang mendukung pemahaman materi secara menyeluruh. Guru pun terbantu dalam menyampaikan materi secara visual dan kontekstual.

Manfaat digitalisasi pembelajaran juga dirasakan langsung oleh siswa. Naufal Rakha Mahardika, siswa kelas IX, mengaku lebih mudah memahami pelajaran, khususnya matematika dan ilmu pengetahuan alam. Media visual dan interaktif membantu siswa menangkap konsep yang sebelumnya sulit dipahami hanya melalui buku teks.

Hal senada di sampaikan oleh Nafeza Ayasha Umbara. Ia merasa setiap hari belajar menjadi pengalaman baru karena banyaknya fitur dan eksperimen yang bisa di lakukan melalui Papan Interaktif Digital. Pembelajaran tidak lagi terasa membosankan, melainkan menantang dan menyenangkan.

Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran bukan sekadar pengadaan perangkat teknologi. Lebih dari itu, digitalisasi mendorong perubahan budaya belajar menuju sistem yang lebih kreatif, inklusif, dan berpusat pada siswa. Dengan dukungan Panel Interaktif Digital, masa depan pendidikan Indonesia bergerak menuju arah yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing tinggi.