Guru Dikdas Siapkan 1100 Fasilitator

Guru Dikdas Siapkan 1100 Fasilitator

Direktorat Guru Dikdas Siapkan 1100 Fasilitator Bahasa Inggris Hadapi Kurikulum 2027/2028

Direktorat Guru Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat kesiapan guru Sekolah Dasar menghadapi kebijakan Kurikulum tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini mewajibkan Bahasa Inggris di ajarkan mulai Kelas III. Salah satu langkah strategis yang di lakukan adalah menyiapkan 1.100 fasilitator Bahasa Inggris. Program ini di laksanakan melalui Peningkatan Kompetensi Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI).

Program ini resmi di buka pada 1 Desember 2025 di Jakarta oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul. Kegiatan tersebut di kemas dalam bentuk Bimbingan Teknis Calon Fasilitator yang di selenggarakan oleh Direktorat Guru Dikdas sebagai bagian dari upaya nasional meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar.

Baca juga : Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

Direktur Guru Dikdas

Dalam sambutannya, Direktur Guru Dikdas menyampaikan bahwa para peserta yang terpilih merupakan figur-figur terbaik yang di harapkan mampu menjadi fasilitator nasional. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelatih, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam peningkatan mutu pendidikan. Harapannya, program ini dapat melahirkan fasilitator yang profesional dan berdedikasi untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Tantangan utama yang di hadapi saat ini adalah keterbatasan jumlah guru Bahasa Inggris di sekolah dasar. Dari lebih dari 150 ribu SD yang ada di Indonesia, sekitar 90 ribu sekolah belum memiliki guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris. Kondisi ini menjadi dasar kuat pelaksanaan program PKGSD MBI yang menargetkan pelatihan besar-besaran bagi guru SD melalui fasilitator yang telah di persiapkan secara khusus.

Sebanyak 1.100 calon fasilitator akan di bagi ke dalam lima angkatan. Angkatan ketiga sendiri di ikuti oleh 259 peserta yang berasal dari 11 provinsi dan 84 kabupaten/kota. Peserta terdiri atas widyaiswara, dosen, guru, serta praktisi pendidikan yang memiliki latar belakang dan pengalaman relevan di bidang pembelajaran Bahasa Inggris.

Pelatihan calon fasilitator

Pelatihan calon fasilitator menggunakan sistem blended learning dengan skema In-On-In. Para peserta di wajibkan menguasai substansi modul secara mendalam sebelum di terapkan di daerah masing-masing. Program pelatihan guru di daerah di rancang berlangsung sekitar enam bulan, mencakup pelatihan daring terstruktur serta pendampingan langsung saat guru mulai mengajar Bahasa Inggris di sekolah dengan alokasi waktu bertahap.

Dari sisi kualitas, program ini menargetkan peningkatan kemampuan Bahasa Inggris guru dari level pemula menuju level menengah. Fokus pembelajaran tidak hanya pada penguasaan materi, tetapi juga pada penggunaan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Pendekatan pembelajaran mendalam di terapkan melalui metode kreatif seperti bercerita, permainan edukatif, dan aktivitas interaktif lainnya.

Secara keseluruhan, program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengembang modul, akademisi, hingga asosiasi profesi pendidikan. Sinergi tersebut di harapkan mampu memastikan standar pelatihan yang berkualitas sekaligus mendukung suksesnya implementasi Kurikulum 2027/2028 di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version