Guru Dikdas berkolaborasi dengan EF

Guru Dikdas berkolaborasi dengan EF

Direktorat Guru Dikdas berkolaborasi dengan EF Efekta Berkontribusi dalam Edutech Asia 2025

Direktorat Guru Pendidikan Dasar menunjukkan komitmennya mendorong transformasi pendidikan dengan berpartisipasi aktif pada Edutech Asia 2025 ke-10 di Singapura. Kegiatan ini di kenal sebagai salah satu forum kebijakan dan inovasi pendidikan terbesar di Asia. Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi pendidikan, dan pemimpin sektor pembelajaran digital dari berbagai negara. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Dalam forum tersebut, perwakilan Direktorat Guru Pendidikan Dasar hadir sebagai pembicara pada sesi kebijakan. Kehadiran ini di fasilitasi melalui kerja sama dengan mitra sektor pendidikan yang sebelumnya terlibat dalam program peningkatan kompetensi guru SD, khususnya dalam penguatan kemampuan bahasa Inggris. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan mitra pendidikan dalam menciptakan solusi pembelajaran yang berkelanjutan.

Direktorat Guru Dikdas

Salah satu agenda utama Edutech Asia 2025 adalah Policy Summit, yang membahas isu krusial seperti literasi kecerdasan buatan, pemerataan akses digital, dan kesetaraan pendidikan di Asia. Dalam sesi diskusi interaktif, di bahas upaya Indonesia menjalankan transformasi digital berskala besar untuk mempersiapkan guru mengajar bahasa Inggris dengan literasi digital dan teknologi cerdas. Fokus utama di arahkan pada upaya memastikan bahwa inovasi pembelajaran dapat di rasakan secara merata hingga ke daerah terpencil.

Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengembangan modul ajar dan sistem pembelajaran digital. Tantangan tersebut semakin kompleks mengingat karakteristik geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau serta ratusan bahasa daerah. Oleh karena itu, pendekatan pelatihan di rancang secara adaptif dan kontekstual agar relevan dengan kebutuhan lokal.

Baca juga : Austria Resmi Berlakukan Larangan Jilbab

EF Efekta Berkontribusi

Skema pelatihan di susun selama enam bulan dengan tahapan yang terstruktur. Proses di mulai dengan asesmen awal untuk memetakan kemampuan peserta, di lanjutkan pelatihan daring, tatap maya, dan luring selama dua bulan. Tahap berikutnya adalah penerapan langsung melalui On the Job Training selama dua bulan, sebelum peserta mengikuti sesi penguatan dan asesmen akhir. Kurikulum yang di gunakan tidak hanya menekankan tata bahasa, tetapi juga mengembangkan pemahaman melalui teks kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ke depan, strategi kolaboratif ini di arahkan untuk mendukung pembelajaran yang fleksibel dan berkelanjutan. Guru di harapkan dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan dari mana saja, sehingga proses peningkatan kompetensi tidak terhambat oleh batasan ruang dan waktu. Pendekatan ini sejalan dengan upaya penguatan literasi digital dan pengenalan koding berbasis kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan dasar..

Exit mobile version